Kamis, 03 Mei 2012

Supermoon


Akhir pekan ini, tepatnya Sabtu 5 Mei, kita bisa menyaksikan supermoon atau lunar perigee di langit. Fenomena ini terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.

"Ini kaitannya dengan jarak terdekat Bulan dengan Bumi. Bulan terlihat lebih besar dari biasanya, namun biasa susah untuk membedakannya," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (2/5/2012).

Dia menjelaskan jarak rata-rata Bulan dengan Bumi adalah 384 ribu km. Nah, pada saat supermoon terjadi, jarak Bulan dengan Bumi sekitar 357 km. Sehingga pada saat fenomena terjadi, jarak bulan lebih dekat 27 ribu km dari jarak rata-ratanya.

"Kalau jarak terdekat dengan Bumi, sebenarnya setiap bulan juga terjadi. Tetapi ketika berada di jarak terdekatnya sedang dalam kondisi purnama tidak selalu terjadi," terangnya.

Menurut Djamaluddin, supermoon adalah istilah astrologi yang mengaitkan dengan potensi bencana. Namun secara astronomi tidak terlalu istimewa.

Menurut space.com (30/4), supermoon pada 5 Mei mendatang merupakan jarak bulan dengan Bumi yang paling dekat di tahun 2012 ini. Saat peristiwa terjadi Bulan akan lebih besar dan lebih terang hingga 16 persen dari rata-rata.

Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan bukanlah lingkaran sempurna. Pada 28 November mendatang akan terjadi fenomena yang berkebalikan dengan supermoon. Di akhir tahun nanti, saat Bulan purnama, Bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi. Sehingga Bulan akan tampak kecil dan redup.

Supermoon sebelumnya terakhir kali terlihat pada Maret 2011.

Sedangkan menurut Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC) saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/5/2012), mengatakan, "Dari Indonesia, menurut saya, Supermoon tahun ini lebih bagus dari tahun kemarin." Supermoon tahun lalu terjadi pada 19 Maret 2011.

Saat Supermoon terjadi nanti, Bulan hanya akan berjarak 356.955 kilometer dari Bumi. Jarak Bulan kali ini 10 persen lebih dekat dari jarak Bulan biasanya. Karena jaraknya lebih dekat, Bulan akan tampak lebih besar. Pada Supermoon tahun ini, Bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.

Menurut Mutoha, Supermoon kali ini tak berbeda jauh dengan Supermoon tahun lalu. Selisih perigeetahun ini dan tahun lalu tak begitu jauh.

Mutoha mengatakan bahwa saat momen Supermoon terjadi nanti, Purnama dan perigee akan terjadi bersamaan pada Minggu pukul 10.30 WIB. "Karenanya purnama saat perigee ini baru bisa disaksikan malam harinya," kata Mutoha.

Supermoon kali ini bisa disaksikan pada Minggu, sesaat setelah Matahari tenggelam hingga sesaat sebelum fajar menyingsing esok harinya. Tentu saja, kondisi langit cerah tanpa awan dan hujan adalah syarat mutlak menyaksikan fenomena ini.

"Untuk membedakan purnama saat Supermoon dan waktu biasanya memang agak sulit, harus dilakukan dengan teleskop," jelas Mutoha.

Mutoha menjelaskan bahwa tim JAC akan membuat dokumentasi pengamatan Supermoon kali ini dan membandingkan dengan kondisi purnama biasanya sehingga publik bisa menyadari perbedaannya.

Supermoon kadang dihubungkan dengan bencana seperti gempa bumi, namun hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan kaitan Supermoon dan bencana.

Namun demikian, Mutoha mengatakan bahwa dampak Supermoon pada pasang air laut perlu diwaspadai. "Daerah-daerah yang rendah seperti Semarang perlu waspada. Karena jarak Bulan lebih dekat, maka pengaruh gravitasinya juga lebih besar."

Minggu malam nanti, jangan lupa menyaksikan kedatangan Supermoon. Jangan lupa mengabadikan foto terindah Supermoon

Rabu, 02 Mei 2012

SOAL UN MATEMATIKA SD 2012

Bagi adik adik kelas 6 SD yag membutuhkan soal latihan UN SD bisa download disini.
Tetapi mohon dimaklumi karena masih terdapat beberapa soal yang belum sempurna.

Minggu, 15 April 2012

CIRI KHUSUS TUMBUHAN



Teratai
v  Termasuk Tumbuhan Hydrophyta yaitu tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan air.
v  Mempunyai daun yang lebar untuk mempermudah proses penguapan dan fotosintesis.
v  Batang dan akarnya mempunyai lubang-lubang atau rongga-rongga udara yang berfungsi untuk membawa udara ke batang dan akar

Kantong semar 
v  Merupakan tumbuhan insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga.
v  Mempunyai daun yang termodifikasi berbentuk kantung.
v  Kantung semar mengeluarkan nectar(cairan manis bahan pembuat madu), untuk memikat serangga. Serangga yang terjatuh ke dalam kantung akan dicerna dan diserap nitrogennya.

Venus 
v  Merupakan tumbuhan insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga.
v  Daun venus termodifikasi berbentuk seperti engsel dan berbulu, daun itu terbuka menunggu serangga, dan bila ada serangga yang terperangkap maka akan dicerna dan diserap nitrogennya.

Eceng gondok 
v  Termasuk tumbuhan hydrophyta.
v  Mempunyai tangkai daun yang menggelembung(berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air.

Bunga Rafflesia 
v  Merupakan tumbuhan parasit  (pada akar tanaman menjalar) yaitu tunbuhan yang hidup dengan mengambil zat makanan dari tanaman inangnya.
v  Mengeluarkan bau busuk atau bau bangkai dan memiliki bagian yang dapat memantulkan cahaya, untuk memikat dan memandu lalat.Dengan datangnya lalat maka proses penyerbukan dapat berlangsung, sehingga bunga raflesia dapat berkembangbiak.

Kaktus 
v  Kaktus hidup di tempat yang kering, sehingga dikelompokkan ke dalam tumbuhan xerofit. Untuk dapat tetap hidup di tempat yang kering, kaktus memiliki ciri khusus sebagai berikut:
v  Kaktus memiliki daun yang berbentuk duri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Tempat fotosintesis digantikan oleh batang. Batang kaktus memiliki klorofil untuk dapat melakukan fotosintesis.
v  Batang kaktus menjadi besar dan menggembung. Tujuannya untuk menyimpan cadangan air.
v  Akar kaktus umumnya panjang. Akar seperti ini memungkinkan kaktus mencari air sebanyak mungkin.

Tumbuhan Embun Matahari 
v  Terdapat titik-titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari.
v  Jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut.
v  Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dan serangga dihancurkan dengan cairan pencerna.
*)  Venus flytrap, kantong semar, dan tumbuhan embun matahari tergolong insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga.   Serangga diperlukan untuk memperoleh tambahan nitrogen bagi kelangsungan hidupnya.  Tumbuhan insektivora memiliki kelenjar penghasil cairan untuk menjerat dan mencerna serangga.

Bambu 
v  Merupakan anggota suku rumput-rumputan
v  Dapat tumbuh lebih cepat dari tumbuhan lain.
v  Memiliki jaringan meristem pada setiap buku.
v  Ada bambu yang batangnya dapat tumbuh 40 cm/hari dan mencapai tinggi 37 meter.

Jagung  
v  Memiliki rambut jagung yang mirip benang sutra.
v  Rambut tersebut sebenarnya adalah kepala putik dan tangkai putik.
v  Setiap biji jagung menumbuhkan sebatang tangkai putik sepanjang 30 cm.
v  Putik jagung seperti rambut dan lengket memudahkan untuk menangkap serbuk sari.

Kelapa 
v  Banyak tumbuh di tepi pantai.
v  Buah kelapa yang  jatuh dari pohon akan terbawa air laut sampai ke pantai yang lain tanpa menjadi busuk.
v  Serabut tebal yang membuat buah kelapa dapat tetap terapung di air dan sampai di pantai yang lain.
v  Termpurung kelapa merupakankulit yang kedap air berfungsi untuk melindungi kelapa sehingga tidak busuk.

Mentimun 
v  Memiliki sulur yaitu modifikasi dari batang dan memiliki ujung peka sentuhan.
v  Sulur berbentuk gelung dan berguna untuk lebih merapatkan batang mentimun ke penopang sehingga dapat menahan beban dari buah mentimun.
v  Sulur juga dapat menahan angin kencang yang dapat mematahkan batang.

Tusam 
v  Memiliki daun berbentuk jarum.
v  Jarum tusam hanya memiliki satu urat daun di tengah jarun untuk mengangkut air dan zat hara.
v  Jarum tusam berfungsi untuk berfotosisntesis, bernafas (respirasi) dan penguapan (transpirasi).
v  Jarum tusam memiliki kloroplas dan stomata.
v  Jarum tusam memiliki epidermis yang tebal.

Bunga Matahari 
v  Tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari.
v  Bentuk bunganya seperti matahari (kuning, bulat, dan besar).
v  Selalu mengikuti arah cahaya matahari.
v  Bila matahari mulai ternggelam, mahkota bunga mulai menutup.

Siwalan (pohon lontar /tal) 
v  Pohon palma yang kokoh kuat berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm
v  Daun-daun besar terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat.
v  Helaian daun serupa kipas bundar berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan tajuk anak daun selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan karena berlapisan lilin.
v  Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.
v  Karangan bunga dalam tongkol, 20-30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm.
v  Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.
v  kegunaannya :
v  Daunnya untuk bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar.
v  Kayu batangnya bisa untuk bahan bangunan, membuat perkakas dan barang kerajinan
v  karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap nira kemudian dapat dimasak menjadi gula
v  Buahnya dapat dikonsumsi, terutama yang muda
v  Biji yang masih muda dan masih lunak mirip kolang -kaling sebagai campuran es dawet.
v  Daging buah yang tua (kekuningan dan berserat) dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu.
v  Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai.

sawo : 
v  Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m.
v  Bercabang rendah, batang berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua.
v  Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.
v  Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.
v  Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6.
v  Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.
v  Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm, coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar coklat yang mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah.
v  Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.

Nanas
v  tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae) dengan perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.
v  Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap ‘sisik’ pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung  bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk  menjadi satu ‘buah’ besar.
v  Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian ‘mahkota’ buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.

putri malu (Mimosa pudica) : 
v  Tanaman perdu pendek anggota suku polong-polongan.
v  Daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh,ditiup, atau dipanaskan yang bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan.
v  Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
v  Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

Tumbuhan paku 
v   Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus (ada sistem pembuluh sejati) , jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah).
v  Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:
v  Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).
v  Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).
v  Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)
v  Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris.
v  Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris
BERMACAM-MACAM DAUN  PAKU
v  daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil
v  daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging daun (Mesofil)
v  daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil
v  daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil
ISITILAH LAIN
ü  Sporangium adalah kotak spora
ü  Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora
ü  Indusium adalah selaput yang melindungi sorus muda -> ciri paku
v  Perkembangbiakan paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan lumut, yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase sporofit-nya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan dalam zaman Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon -> disebut zaman paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara.
SPESIES-SPESIES PAKU
v  Sebagai tanaman hiasan :
ü  Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
ü  Asplenium nidus (paku sarang burung)
ü  Adiantum cuneatum (suplir)
ü  Selaginella wildenowii (paku rane)
v  Sebagai bahan penghasil obat-obatan :
ü  Asipidium filix-mas
ü  Lycopodium clavatum
v  Sebagai sayuran :
ü  Marsilea crenata (semanggi)
ü  Salvinia natans (paku sampan = kiambang)
v  Sebagai pupuk hijau :
ü  Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)
v  Sebagai pelindugn tanaman di persemaian :
ü  Gleichenia linearis.

Tumbuhan biji 
v  tumbuhan biji termasuk ke dalam divisi Spermatophyta. Alat reproduksi generatif berupa biji. Di dalam biji terdapat embrio. Tumbuhan biji sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, disebut kormus, sehingga tumbuhan biji disebut Cormophyta. Tumbuhan biji juga sudah memiliki berkas pembuluh pengangkut yang terdiri dari xilem dan floem sehingga disebut tumbuhanTracheophyta.
v  Selain Cormophyta dan Tracheophyta, tumbuhan biji juga disebut tumbuhan berbunga (Antophyta).
v  Bahkan disebut dengan Phanerogamae, yaitu tumbuhan dengan alat perkembangbiakan yang jelas terlihat dan disebut pula Embriophytasiphonogama, yaitu tumbuhan yang pembentukan embrionya melalui suatu pembuluh.

Sumber http://bpmkotabandaaceh.wordpress.com

Bakau

mempunyai akar tunjang yang besar dan berkayu untuk menopang tubuhnya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan bakau terhadap lingkungan pantai. mempunyai pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing.memiliki buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon , sehingga begitu jatuh cepat mencengkeram lumpur sebagai tempat media tumbuh.
Daun tunggal, terletak berhadapan, terkumpul di ujung ranting, dengan kuncup tertutup daun penumpu yang menggulung runcing. Helai daun eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau muda kekuningan, berujung runcing, bertangkai.
Bunga berkelompok dalam payung tambahan yang bertangkai dan menggarpu di ketiak Daun mahkota putih berambut atau gundul agak kekuningan, bergantung jenisnya.
Buah berbentuk telur memanjang sampai mirip buah pir yang kecil, hijau coklat kotor

Pohon Jati
Ketika muda (semai) batang berbentuk segi empat karena termasuk Fam. Verbenaceae,Ciri Khusus Pohon Jati dengan Perakaran dalam dengan tipe tunggang,Batang monopodial (hanya memiliki satu batang pokok),Tipe percabangan arah agak keatas,Tipe daun tunggal,Duduk daun berseling,Bentuk daun oblong,Tipe perbungaan malai hingga malai rata,Tipe buah batu (terdiri dari 3 lapisan),Kayu termasuk kualitas awet 1,Meranggas saat musim kemarau. Jadi Pohon jati mempunyai satu batang pokok dan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan, pohon ini bermanfaat untuk bahan bangunan dan pembuatan parabot rumah

Kamboja

Bunga Kamboja Jepang
Banyak yang salah persepsi antarabunga kamboja Jepang (Adenium) dan bunga kamboja yang biasanya tumbuh di perkarangan kuburan (Plumeria). Meskipun sama-sama berasal dari keluarga Apocynaceae, tetapi kedua tanaman ini berbeda. Tumbuhan kamboja Jepang hanya mempunyai tinggi sekitar 2 meter saja sehingga bisa ditanam di pot, sedangkan tinggi tumbuhan kamboja kuburan dapat mencapai 10 meter. Bunga kamboja Jepang tergolong ke dalam jenis tanaman tingkat tinggi yang memiliki batang, daun, akar, bunga, dan buah. Tumbuhan ini mampu menyimpan cadangan air cukup banyak dalam seluruh jaringannya, sehingga dapat bertahan hidup selama beberapa hari tanpa air. Berikut ini adalah ciri-ciri khusus pada tumbuhan kamboja Jepang:
  
1.    Akar

Tumbuhan ini memiliki akar yang dapat membentuk umbi sebagai tempat cadangan air dan makanan. Keberadaan umbi sangat penting artinya bagi tumbuhan ini, karena di habitat asalnya di daerah gurun yang panas dan beriklim kering, air dan sumber nutrisi sangat susah diperoleh. Akar mampu tumbuh panjang sampai beberapa meter ke dalam tanah, selain itu pada akar ditumbuhi bulu-bulu halus guna memaksimalkan penyerapan nutrisi. Di dalam pot, pertumbuhan panjang akar akan terhambat, ini terlihat dari terbentuknya bonggol atau pembesaran pada akar. Bagi penjual, bonggol ini bisa dibentuk sesuai keinginan sehingga dapat menambah nilai jual dari tanaman kamboja.

2.    Batang

Tanaman bunga kamboja Jepang mempunyai batang yang halus, lunak, dan tidak berduri. Batangnya juga mengandung getah putih yang mempunyai rasa pahit dan beracun jika digunakan dalam konsentrasi banyak. Beberapa spesies tertentu mempunyai ukuran batang yang cukup besar dengan guratan-guratan seperti jala di sepanjang permukaan batang.

3.    Daun

Tanaman ini mempunyai beragam bentuk daun, corak warna, ketebalan, dan tektur yang berbeda tergantung dari jenisnya. Secara umum, bentuk daunnya dibagi menjadi dua macam yaitu bentuk runcing dan lanset. Contoh bentuk daun runcing adalah jenis A. somalense, sedangkan contoh bentuk daun lanset adalah A. obesum. Dari ukuran daunnya, panjang daun berkisar antara 8 – 10 cm, dengan lebar antara 0,5—1,5 cm. 

4.    Bunga

Bunga menjadi faktor paling penting dalam meningkatkan popularitas tanaman bunga kamboja Jepang. Tanaman ini memiliki corak bunga yang beragam masing-masing tergantung dari jenisnya. Kamboja Jepang termasuk golongan bunga berumah satu, karena di satu bunga terdapat mahkota bunga, kelopak bunga, putik, benang sari, ovari, dan tangkai bunga. Motif bunga pun sangat beragam, mulai dari yang polos,bergaris-garis, dansplash. Begitu juga terhadap warnanya, bunga kamboja Jepang mempunyai warna merah, merah tua, putih, merah muda, dan ungu.

5.    Buah

Umumnya hampir seluruh jenis tanaman kamboja Jepang dapat menghasilkan buah, walaupun dengan jumlah dan ukuran yang beragam. Umumnya bunga akan menghasilkan sepasang buah yang saling menempel berhadapan, dan berdiameter 1—1,5 cm.
sumber:http://anisachristanti10.blogspot.com/

Rumput Laut.
Rumput laut tumbuh di alam dengan melekatkan diri pada karang, lumpur, pasir, batu dan benda keras lainnya. Selain benda mati, rumput lautpun dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik

Rumput laut adalah bentuk poliseluler dari ganggang (algae) yang hidup di laut. Pada umumnya rumput laut dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu :
1. alga hijau (Chlorophyceae)
2. alga hijau biru (Cyanophyceae)
3. alga coklat (Phaeophyceae)
4. alga merah (Rhodopyceae). 

Rumput laut ini merupakan tanaman yang banyak terdapat di hampir seluruh perairan bagian timur Indonesia. Rumput laut hidup dengan menancapkan atau melekatkan dirinya pada substrat lumpur, pasir, karang, fragmen karang mati, kulit karang, batu ataupun kayu. 
Faktor faktor yang menentukan pertumbuhan rumput laut adalah :
1. jenis substrat
2. cahaya matahari 
3. kondisi laut tempat rumput laut tersebut hidup. 

      Cahaya matahari adalah faktor utama yang sangat dibutuhkan oleh tanaman laut, sehingga pada kedalaman yang sudah tidak tembus cahaya matahari rumput laut tidak dapat tumbuh
      Sifat substansi thallus  yaitu : 
1. lunak seperti gelatin (gellatinous)
2. keras diliputi / mengandung zat kapur (calcareous) 
3. lunak seperti tulang rawan (cartilagenous)
4. berserabut (spongious).

Pakis Haji
Pakis haji berhabitus mirip palem, namun sebenarnya sangat jauh kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang tersusun berpasangan. Semua pakis haji berumah dua (dioecious) sehingga terdapat tumbuhan jantan dan betina. Serbuk sari dihasilkan oleh tumbuhan jantan dari runjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Alat betina mirip daun dengan biji-biji tumbuh dari samping. Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak daun. Walaupun ia disebut "pakis", dan daun mudanya juga mlungkersebagaimana pakis sejati, pakis haji sama sekali bukan anggota tumbuhan berspora tersebut.Akar beberapa jenis pakis haji dapat diinfeksi oleh sejenis Cyanobacteria,Anabaena cycadeae, yang pada gilirannya menguntungkan kedua pihak (simbiosismutualistis). Akar yang terinfeksi akan membentuk semacam bintil-bintil yang berisi jasad renik tersebut.
Beberapa pakis haji yang besar dapat dimakan bagian teras batangnya, karena mengandung pati dalam jumlah yang lumayan.