Kamis, 31 Maret 2011

Basa Jawa oh Basa Jawa

Meskipun guru eksak, ternyata dapat juga jatah mengajar bahasa jawa.  Untuk persiapan kelas 6 menghadapi ujian sekolah. Tantangan kali ini benar-benar menantang. Sangat menantang karena selama ini pelajaran bahasa jawa sangat sulit dipahami oleh siswa. Bahasa jawa sudah menjadi bahasa asing bagi siswa. Keseharian mereka sudah berubah menjadi bahasa Indonesia.

Sakderengipun dalem nyuwun pangapunten...mboten ateges dalem gadah pangertosan ingkaekang cekap. Wonten ing kahanan menika saestu dalem namung ngundi dawuh saking kanca-kanca guru kepelas enem. dalem kaparingan wekdal kalih minggu kangge paring bantuan dumateng lare-lare kelas enem.

Di hari pertama begitu masuk kelas  saya langsung berkata "keluarkan buku kalian... nomer satu .." anak-anak langsung berkata "Ustadz sekarang pelajaran bahasa  jawa bukan matematika." Melihat reaksi mereka aku hanya tersenyum. Perintahpun aku lanjutkan " tuliske huruf jawa ha..wektune telung itungan"  Mereka sudah biasa belajar dengan waktu yang dibatasi. Maka semua siswa sibuk dengan tugasnya. Satu per satu pekerjaan mereka aku teliti. Ha...ha...hampir semua salah. Tetapi suasana di kelas memang terbiasa ceria dan menyenangkan. Jadi meskipun salah mereka tetap pada tertawa tapi tetap semangat.
Setelah selesai melihat satu persatu maka aku berikan contoh huruf yang benar beserta cara menuliskannya. Apa kata mereka? "OOO iya,....lagi ust" Perintah berikutnya aku berikan "Tuliske huruf   sa..telung itungan" Hari itu aku hanya memberikan lima huruf jawa. dikombinasikan untuk membentuk kata-kata yang mungkin dirangkai. Kata kata yang dirangkaipun aku usahakan yang unik dan lucu.
Sampai akhirnya aku lihat jam ternyata waktu 2 jam pelajaran sudah habis."gandeng wekdal sampu n telas pelajaran kita sambung benjang."  Mereka berkata" Lho ust kok cepet banget?" mereka tidak merasakan
kalau mereka sudah belajar selama 2 jam pelajaran.

Kesimpulan sementara, plajaran yang sebelumnya dianggap sangat sulitpun bisa berubah menjadi sangat menyenangkan bila disampaikan dengan cara yang tepat.


Minggu, 27 Maret 2011

Kisi-kisi UN SD 2011

Kisi-kisi UASBN SD/MI telah terbit berdasarkan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2011 tanggal 17 Januari 2011.
Permendiknas ini menjelaskan bagaimana UASBN dilaksanakan juga bagaimana sekolah menyelenggarakan Ujian Sekolah.
Lampiran Permendiknas 2/2011 berupa kisi-kisi UASBN yang meliputi tiga bidang studi: Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
Untuk pedoman teknis penyelenggaraan UN SD/MI, berikut ini juga tersedia POS UN SD/MI sebagaimana Keputusan Ka BSNP   0001/P/BSNP/II/2011 tertanggal 22 Februari 2011. POS ini mengatur kewajiban Panitia, tata tertib, pengaturan ruang ujian, dan teknis lainnya.

Bagi anda yang memerlukan kisi-kisi  UN (file pdf) tahun pelajaran 2011 silakan download di bawah ini
Permendiknas 2011


Bagi yang ingin download dalam bentuk word silahkan pilih di bawah ini
Bahasa Indonesia
Matematika
IPA







Jumat, 25 Maret 2011

Pelajaran yang paling ditunggu-tunggu

Pagi itu waktu menunjukkan pukul 06.40 aku sudah sampai di sekolah. Hampir semua anak kelas enam sudah datang. Padahal biasanya masuk jam 07.15 pun masih ada yanag terlambat. Ada sesuatu yang berbeda saat itu. Semua anak bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Nampaknya model pelajaran atau pelajaran yang akan mereka terima sangat mereka senangi. Buktinya mereka rela datang lebih pagi daripada hari-hari sebelumnya. Mereka sangat antusias mengikuti agenda hari itu.
Pelajaran hari itu adalah "OUTING" yaitu pelajaran di luar kelas untuk memperkuat pelajaran di sekolah. maksud di luar kelas adalah diluar sekolah dimana terdapat obyek pelajaran yang riil dalam masyarakat. Progam ini dijadwalkan 2 kali dalam satu semester. Apa yang membuat mereka antusias. Ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama proses pelajaran di luar kelas sangat dinantikan karena selama ini proses pelajaran cenderung dilakukan di dalam kelas. Kemungkinan kedua model atau cara mendapatkan ilmu berbeda dari biasanya, Saat outing mereka bisa langsung menyaksikan, mengamati, memegang dan merasakan bahkan menikmati obyek pelajaran. Kemungkinan ketiga  waktu untuk mengeksplor obyek pelajaran saat outing lebih lelusa dibandingkan saat di kelas. Tetapi ada kemungkinan lain yaitu ketiga kemungkinan di atas semuanya terjadi pada mereka.

Apa yang bisa diambil sebagai pelajaran bagi guru?
Pertama
Introspeksi apakah selama ini pelajarn saat di sekolah sudah menarik atau belum.
Dua
Sudahkah metode pembelajaran saat di sekolah sudah menarik minat siswa untuk antusias mengikuti.
Tiga
Bisakah pelajaran di sekolah sangat variatif sehingga tidak menimbulkan bosan pada anak.
Selanjutnya
Bagaimana membuat pelajaran sangat dinanti-nantikan oleh siswa. Kedatangan guru ditunggu-tunggu oleh siswa. keetidak hadiran guru membuat siswa akan kecewa.

Kalau bisa seperti itu maka pelajaran  itu akan menjadi pelajaran yang ditunggu-tunggu.

TUGAS GURU


Guru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari "citra" guru di tengah-tengah masyarakat.

I          PERAN SEORANG GURU
A        Dalam Proses Belajar Mengajar
Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangar signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:
 1. Demonstrator
2. Manajer/pengelola kelas
3. Mediator/fasilitator
4. Evaluator

B        Dalam Pengadministrasian
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai:
 1. Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan pendidikan
2. Wakil masyarakat
3. Ahli dalam bidang mata pelajaran
4. Penegak disiplin
5. Pelaksana administrasi pendidikan

C        Sebagai Pribadi
 Sebagai dirinya sendiri guru harus berperan sebagai:
 1. Petugas sosial
 2. Pelajar dan ilmuwan
 3. Orang tua
 4. Teladan
 5. Pengaman

D       Secara Psikologis

 Peran guru secara psikologis adalah:
1          Ahli psikologi pendidikan
2         Relationship
3         Catalytic/pembaharu
4        Ahli psikologi perkembangan

II        KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU
A        Pengertian

Kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Profesional adalah suatu bidang pekerjaan yang memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Dengan kata lain sebuah profesi rnemerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru secara maksimaI. Dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.
 Yang dimaksud dengan terdidik dan terlatih bukan hanya memilki pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai  strategi atau teknik dalam KBM serta landasan-landasan kependidikan seperti tercantum dalam kompetensi guru dalarn uraian selanjutnya. Dalam melakukan kewenangan profesionalismenya, guru dituntut memiliki seperangkat kemampuan (kompetensi) yang beraneka ragam. Namun sebelum sampai pada pembahasan kompetensi ada beberapa syarat profesi yang harus dipahami terlebih dahulu.

B        Syarat Profesi

Mengingat tugas guru yang demikian kompleksnya, maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus sebagai berikut:
1          Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu  pengetahuan yang mendalam
2         Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.
3         Menuntut tingkat pendidikan keguruan yang memadai.
4        Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya
5         Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupannya.

 Untuk itulah seorang guru harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk memenuhi panggilan tugasnya.

C        Jenis-jenis Kompetensi
1          Kompentensi Pribadi
a         Mengembangkan Kepribadian
i           Bertqwa kepada Allah SWT
ii         Berperan akkif dalam masyarakat
iii        Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru
b        Berinteraksi dan Berkomunikasi
i           Berinteraksi dengan rekan sejawat demi pengembangan kemampuan profesional
ii         Berinteraksi dengan masyarakat sebagai pengemban misi pendidikan
c         Melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan
i           Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar
ii         Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus

d        Melaksanakan Administrasi Sekolah
i           Mengenal administrasi kegiatan sekolah
ii         Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah
e. Melaksanakan penelitian Sederhana Untuk Keperluan Pengajaran
i           Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah
ii         Melaksanakan penelitian sederhana

2         Kompetensi Profesional
a         Menguasai landasan kependidikan
i           Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan Nasional
ii         Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.
iii        Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
b        Menguasai bahan pengajaran
i           Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dari menengah
ii         Menguasai bahan pengajaran.
c         Menyusun program pengajaran
i           Menetapkan tujuan pembelajaran
ii         Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran
iii        Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai
iv       Memilih dan memanfaatkan sumber belajar.
d        Melaksanakan program pengajaran
i           Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat
ii         Mengatur ruangan belajar
iii        Mengelola interaksi belajar mengajar
e        Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan
i           Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran
ii         Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.